Advertising Dimension 468 x 60

Jumat, 01 Februari 2013

Kemiripan Protein Nanopartikel dengan Jaringan otak manusia


Pada sebuah penemuan yang dipublikasikan pada Online Physical Review B, edisi 20 Juni, tentang pemahaman lebih mendalam mengenai perilaku magenetis dari jaringan otak dan bahan-bahan kompleks alami lainnya, menemukan suatu material gabungan yang terdiri dari sebuah protein anak tangga dan nanopartikel metalik yang menampilkan kekayaan magnetis yang mirip dengan jaringan otak manusia.

Hasil temuan kemagnetan ini dari beberapa unsur alam, seperti batu karang, tanah, material biologi sangat sulit dipelajari dikarenakan unsur-unsur didalamnya merupakan suatu campuran dari beberapa komponen yang magnetis. Hal ini mengakibatkan informasi fungsional dan struktural dari bahan yang kaya akan material magnetis seringkali tidak dapat ditemukan.

Seorang ahli geofisika dari Institut Geophysics di Zurich Switzerland, Ann Hirt berkata padaPhysOrg.com bahwa; “Sangat sulit memisahkan komponen-komponen yang berbeda untuk mempelajari mereka secara individu. Sering kali digunakan beberapa metode analisis namun kesimpulan yang didapatkan terbatas. Oleh karena itu diperlukan penemuan dan penyelidikan bahan-bahan model yang dapat membantu masalah ini.”
Sebagai langkah awal, Hirt dan timnya mengidentifikasi komponen-komponen yang berbeda dalam otak yang menghasilkan sinyal-sinyal magnet. Mereka menggunakan berbagai metode magnetik, yang biasanya digunakan untuk mengidentifikasi mineral-mineral magnetik dalam batu-batuan. Hasil penelitian juga menemukan jaringan otak memiliki komponen-komponen yang memberikan kontribusi sinyal magnet yang sangat kuat, diikuti peredaran besi dalam darah ke otak. Selanjutnya Feritin  yaitu suatu protein pembawa besi ditemukan dalam bentuk nanopartikel. Terakhir ditemukan komponen ke empat, namun identitasnya belum diketahui pasti yaitu semacam gabungan besi-oksigen,magnetite atau sebuah gabungan yang sangat mirip, maghemite atau juga mungkin gabungan dari keduanya. Magnetite dan maghemite memiliki properti magnet yang sama sehingga sulit untuk membedakan keduanya. 

“Meskipun sinyal dari jaringan sendiri sudah sangat kuat, kita dapat dengan mudah mengurangi mangnetisasi totalnya, “ kata Franzizka Brem yang juga salah satu ilmuan geofisika dari institut ilmuan geofisika lainnya. “Sisa dari sinyal yang ada menjadi kombinasi sinyal dari feritin dan magnetite.”

Untuk mengkonfirmasi hal ini, tim mengukur properti magnetik dari sebuah sistem model yang mereka ketahui benar-benar isinya dan yang mereka bisa pelajari dengan pasti, yaitu suatu campuran feritinhorse-spleen dan protein yang mengikat nanopartikel magnetite. Hasilnya menunjukkan suatu pengukuaran yang mirip dengan jarinngan otak sesungguhnya. “Berdasarkan pengukuran ini, kami menyimpulkan bahwa feritin dan magnetite/maghemitemenunjukkan reaksi yang sama pada jaringan otak persis sama dengan material model yang kami gunakan,” tambah Brem.  | Sumber |

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Site Search